Pemeriksaan Bronkitis Kronis

Penyakit bronkitis kronis yang banyak disebabkan oleh kesalahan individu yakni kebiasaan hidup yang kurang baik yang terkadang banyak dihabiskan dengan mengisap rokok. Asap rokok yang masuk melalui mulut dan asap tersimpan di dalam paru-paru tentunya akan menuai masalah gangguan kesehatan yang cukup serius.

Rokok menjadi penyebab utama dari banyaknya penderita paru-paru, batuk menahun, bronkitis dan radang paru-paru. Mereka yang tidak aktif merokok (tidak merokok sama sekali) yang kemudian asap rokok juga terhirup dari pengguna rokok memiliki resiko yang sama terhadap serangan penyakit seputar pernapasan.

Untuk memastikan apakah terserang penyakit bronkitis kronis dengan melakukan beberapa pemeriksaan dan diagnosa.

Pemeriksaan dan diagnosis bronkitis kronis :

1. Pemeriksaan fungsi paru memperlihatkan penurunan dan kapasitas vital.

2. Analisis gas darah memperlihatkan penurunan oksigen arteri dan peningkatan karbondioksida arteri

3. Pemeriksaan sinar X toraks dapat membuktikan adanya bronkitis kronis dan fibrosis jaringan baru.

Pemeriksaan Diagnostik

1. Sinar X dada

Dengan melakukan pemeriksaan sinar X dada dapat dinyatakan hiperinflasi paru-paru, mendatarnya diafragma, peningkatan area udara retrosternal, penurunan tanda vaskularisasi/buta (emfisema), peningkatan tanda bronkovaskuler (bronkitis), hasil normal selama periode remisi (asma).

2. Tes fungsi paru

Tes ini dilakukan untuk menentukan penyebab dispnea, untuk menentukan apakah fungsi abnormal adalah obtruksi atau restriksi, untuk memperkirakan derajat disfungsi dan untuk mengevalusi efek terapi, misalnya bronkodilator.

3. TLC

Tes ini dilakukan untuk melihat peningkatan pada luasnya bronkitis dan kadang-kadang pada asma, penurunan emfisema.

– Kapasitas inspirasi : Menurun pada emifisema
– Volume residu : Meningkat pada emfisema, bronkitis kronis dan asma

4. FEV/FVC

Rasio volume ekspirasi kuat dengan kapasitas vital kuat menurun pada bronkitis dan asma.

5. GDA

Memperkirakan progresi proses penyakit kronis, PaCO2 normal menurun dan PaCO2 normal atau meningkat (bronkitis kronis dan emfisema) tetapi sering menurun pada asma.

6. Bronkogram

Dapat menunjukkan dilatasi silindris bronkus pada inspirasi, kolaps bronkial pada ekspirasi kuat (emfisema), pembesaran duktus mukosa yang terlihat pada bronkitis.

7. EKG latihan, tes stress

Membantu dalam mengkaji derajat disfungsi paru, mengevalusi keefektifan terapi brokodilator, perencanaa/ evaluasi program latihan.


=====================================

>>> Obat Bronchitis Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Bronchitis dan Gejalanya, Menurunkan Demam, Meluruhkan Dahak, serta Mengatasi Rasa Sakit di Bagian Dada, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Bronkitis Kronis and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *